Kamis, 04 Januari 2024

Aufadelima Mahasiswa yang Selalu Ingin Berkarya

   

Aufa atau yang memiliki nama lengkap Aufadelima Najla Perimulia Aswandi adalah seorang mahasiswa, saat ini ia sedang menjalani semester lima di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Aufadelima Najla Perimulia Aswandi lahir di Banjrmasin, 23 April 2023. Merupakan anak pertama dari pasangan Mariyamah dan Badi Aswandi, Aufa adalah dua bersaudara dan memiliki adik yang bernama Asyafalah Rajamulya Aswandi. Ibu Aufa merupakan lulusan dari sarjana pendidikan agama di Universitas Islam Negri Antasari yang saat ini bekerja sebagai kepala sekolah di MTsN 7 Tanah Laut, dan ayah Aufa merupakan lulusan dari Stienas atau Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasiaonal Banjarmasin, dan saat ini menjabat sebagai pendamping di kecamatan.

            Saat kecil Aufa masih tinggal di Banjarmasin, dan sempat menimba ilmu di taman kanak-kanak namun Aufa tidak sempat menuntaskan pendidikan tersebut karen harus pindah ke rumah neneknya di Aluh-aluh. Berhubung di Aluh-aluh jauh dengan sekolah TK jadi Aufa terpaksa melanjutkan pendidikannya ke SD saat dia berumur 5 tahun, di Aluh-aluh. Selang tiga bulan, Aupa dan keluarga pindah ke kuringkit Pelaihari, dan di sana dia masuk ke MIN yang ada di desa tersebut. Awalnya Aupa tidak diterima karena diumur itu anak-anak pada umumnya belum bisa membaca, tapi karena ibunya sudah mengajar di MIN tersebut, aupa sering mengikuti ibunya di sekolah dan terlihat bahwa Aufa sudah bisa membaca, maka diterima lah dia di sekolah itu. Setelah itu Aufa melanjutkan sekolahnya di MTs yang masih satu atap dengan MIN nya, dan saat itu juga MTs tersebut terbilang baru dibuat dan Ibunya lah yang menjadi kepala sekolah di situ. Dari kecil Aufa sudah dibiasakan oleh kedua orangtuanya dengan hal yang berbau dangan sastra, seperti dibiasakan membaca buku semenjak kecil. Di MTs Aufa terbilang aktif mengikuti lomba-lomba seperti lomba tulis puisi, baca puisi, dan lomba pidato bahasa Indonesia, namun entah mengapa ketika Aufa mengikuti lomba pasti dia selalu sakit, sehingga dalam perlombaan dia tidak bisa mengikutinya secara maksimal selain itu juga aktif dalam organisasi sekolah seperti Pramuka dan ikut ekstrakurikuler menari.

            Setelah lulus dari MTS Aufa melanjutkan pendidikannya di IC atau Insan Cendikia Tanah Laut ialah sekolah berbasis sains dan agama, yang menyediakan asrama bagi siswanya. Bagi Aufa, bisa masuk sekolah ke IC adalah sebuah sesuatu yang membahagiakan karena persaingan untuk masuk ke sana cukup ketat dan susah. Sistem sekolah di IC sudah terstruktur dan teratur, jadi Aufa sudah terbiasa dengan keseharian yang sibuk dengan sekolahnya. Di IC  Aufa juga aktif di bidang sains yaitu fisika untuk mengikuti olimpiade, namun Aufa merasa tidak mampu dan akhirnya menemukan bakat dan kelebihannya di bidang sastra. Aufa suka dengan kegiatan menulis dan membaca selain itu juga sering sering mengikuti perlombaan seperti menulis cerpen maupun puisi dan membaca pidato bahasa Indonesia, orangtuanya pun mendukung dengan minatnya tersebut. Ada momen ketika Aufa studi tour ke Jakarta, dan ia tertarik dengan buku Cak Nun yang ada di sebuah toko buku di Jakarta, yang berjudul hidup itu harus pintar ngerem dan ngegas, dan sejak saat itu Aufa tertarik untuk mengoleksi buku-buku Cak Nun. Selain Cak Nun, Aufa juga suka dengan buku-bukunya Sujiwo Tejo dan juga mengoleksinya. Aufa mulai mengikuti pembukuan karya sastra seperti:

  • "Antologi bebas" dari Inspirasi Pena, puisi judul "Apakah Kau Ingat?"
  • "Kupulangkan Makna Ini Kepadamu", antologi puisi dari penerbit META, judul puisi " Pulang yang Terlarang"
  • "DREAM: Impian yang Terbang ke Cakrawala" dari penerbit META antologi puisi, judul "Menjemput Angan"
  •  "Merindu" dari ikut lomba antologi puisi, judul puisi "Karena Aku Merindukanmu"
  • "Antologi Puisi Cinta" dari kreasisastra, judul puisi "Puncak Bunga Sakura"
  •  "Kita Kota Kata" dari sebuku antologi puisi, judul puisi "Berbeda"
  • "Larik-larik Lirik" dari zukzezexpress Sulawesi antologi cerpen, judul cerpen "Cinta di Puncak Bunga Sakura"

Aufa juga aktif dalam organisasi khususnya OSIS yang ada di IC, dan sering berkontribusi dalam program-program acara yang sudah ada di sana, salah satunya adalah program divisi kesenian dan kebudayaan, yaitu sebuah acara pemilihan Habibie dan Ainun yang diadakan setiap bulan April.

            Selesai dengan pendidikan menengah atas, awalnya Aufa ingin melanjutkan pendidikan tinggi di kedinasan, namun karena saat di IC Aufa berada di jurusan IPA, maka sulit jika harus lintas jurusan, akhirnya Aufa memutuskan masuk ke PBSI karena sesuai dengan minat dan bakatnya dalam bahasa dan sastra Indonesia. Mimpi Aufa ke depan ia ingin menulis sebanyak-banyaknya dan berencana melanjutkan S2 jika telah lulus nanti. Melihat kebiasaan yang dibentuk sejak dini untuk menyukai buku oleh kedua orang tuanya bisa dijadikan contoh bagi orang tua lainnya agar anak tidak asing dan juga menyukai serta membaca buku, selain itu Aufa yang sering mengikuti lomba apa pun entah itu menang maupun kalah menurut saya sikap tersebut patut diacungi jempol karena tetap mau maju dan berkarya, tentu tidak lupa dukungan dari kedua orang tuanyalah yang membentuk prestasi yang telah ia capai sampai saat ini merupakan sesuatu yang sangat penting. Dari sini saya belajar bahwa kita harus selalu positif dan optimis dalam menjalani sesuatu, tidak perlu memikirkan akhirnya yang terpenting adalah pengalaman yang dapat diambil dari sebuah momen yang sudah dilalui tersebut, dan tentu doa dan dukungan orang tualah yang paling berpengaruh dalam perkembangan anaknya ke hal yang lebih baik lagi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ulasan Lagu JKT48- Ponytail dan Shu-Shu

  Lagu Ponytail dan Shu-shu adalah lagu bergenre J-Pop, Indo pop dengan tema musim panas, dan mengambil sudut pandang laki-laki yang sedan...