Aufa atau yang memiliki nama lengkap Aufadelima
Najla Perimulia Aswandi adalah seorang mahasiswa, saat ini ia sedang menjalani
semester lima di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin jurusan Pendidikan
Bahasa dan Sastra Indonesia. Aufadelima Najla Perimulia Aswandi lahir di
Banjrmasin, 23 April 2023. Merupakan anak pertama dari pasangan Mariyamah dan
Badi Aswandi, Aufa adalah dua bersaudara dan memiliki adik yang bernama Asyafalah
Rajamulya Aswandi. Ibu Aufa merupakan lulusan dari sarjana pendidikan agama di
Universitas Islam Negri Antasari yang saat ini bekerja sebagai kepala sekolah
di MTsN 7 Tanah Laut, dan ayah Aufa merupakan lulusan dari Stienas atau Sekolah
Tinggi Ilmu Ekonomi Nasiaonal Banjarmasin, dan saat ini menjabat sebagai
pendamping di kecamatan.
Saat
kecil Aufa masih tinggal di Banjarmasin, dan sempat menimba ilmu di taman
kanak-kanak namun Aufa tidak sempat menuntaskan pendidikan tersebut karen harus
pindah ke rumah neneknya di Aluh-aluh. Berhubung di Aluh-aluh jauh dengan
sekolah TK jadi Aufa terpaksa melanjutkan pendidikannya ke SD saat dia berumur
5 tahun, di Aluh-aluh. Selang tiga bulan, Aupa dan keluarga pindah ke kuringkit
Pelaihari, dan di sana dia masuk ke MIN yang ada di desa tersebut. Awalnya Aupa
tidak diterima karena diumur itu anak-anak pada umumnya belum bisa membaca,
tapi karena ibunya sudah mengajar di MIN tersebut, aupa sering mengikuti ibunya
di sekolah dan terlihat bahwa Aufa sudah bisa membaca, maka diterima lah dia di
sekolah itu. Setelah itu Aufa melanjutkan sekolahnya di MTs yang masih satu
atap dengan MIN nya, dan saat itu juga MTs tersebut terbilang baru dibuat dan
Ibunya lah yang menjadi kepala sekolah di situ. Dari kecil Aufa sudah
dibiasakan oleh kedua orangtuanya dengan hal yang berbau dangan sastra, seperti
dibiasakan membaca buku semenjak kecil. Di MTs Aufa terbilang aktif
mengikuti lomba-lomba seperti lomba tulis puisi, baca puisi, dan lomba pidato
bahasa Indonesia, namun entah mengapa ketika Aufa mengikuti lomba pasti dia
selalu sakit, sehingga dalam perlombaan dia tidak bisa mengikutinya secara
maksimal selain itu juga aktif dalam organisasi sekolah seperti Pramuka dan
ikut ekstrakurikuler menari.
Setelah
lulus dari MTS Aufa melanjutkan pendidikannya di IC atau Insan Cendikia Tanah Laut
ialah sekolah berbasis sains dan agama, yang menyediakan asrama bagi siswanya.
Bagi Aufa, bisa masuk sekolah ke IC adalah sebuah sesuatu yang membahagiakan
karena persaingan untuk masuk ke sana cukup ketat dan susah. Sistem sekolah di
IC sudah terstruktur dan teratur, jadi Aufa sudah terbiasa dengan keseharian
yang sibuk dengan sekolahnya. Di IC Aufa
juga aktif di bidang sains yaitu fisika untuk mengikuti olimpiade, namun Aufa
merasa tidak mampu dan akhirnya menemukan bakat dan kelebihannya di bidang
sastra. Aufa suka dengan kegiatan menulis dan membaca selain itu juga sering
sering mengikuti perlombaan seperti menulis cerpen maupun puisi dan membaca
pidato bahasa Indonesia, orangtuanya pun mendukung dengan minatnya tersebut. Ada
momen ketika Aufa studi tour ke Jakarta, dan ia tertarik dengan buku Cak Nun
yang ada di sebuah toko buku di Jakarta, yang berjudul hidup itu harus pintar
ngerem dan ngegas, dan sejak saat itu Aufa tertarik untuk mengoleksi buku-buku
Cak Nun. Selain Cak Nun, Aufa juga suka dengan buku-bukunya Sujiwo Tejo dan juga
mengoleksinya. Aufa mulai mengikuti pembukuan karya sastra seperti:
- "Antologi bebas" dari Inspirasi
Pena, puisi judul "Apakah Kau Ingat?"
- "Kupulangkan Makna Ini
Kepadamu", antologi puisi dari penerbit META, judul puisi " Pulang
yang Terlarang"
- "DREAM: Impian yang Terbang ke
Cakrawala" dari penerbit META antologi puisi, judul "Menjemput
Angan"
- "Merindu" dari ikut lomba
antologi puisi, judul puisi "Karena Aku Merindukanmu"
- "Antologi Puisi Cinta" dari
kreasisastra, judul puisi "Puncak Bunga Sakura"
- "Kita Kota Kata" dari sebuku
antologi puisi, judul puisi "Berbeda"
- "Larik-larik Lirik" dari
zukzezexpress Sulawesi antologi cerpen, judul cerpen "Cinta di Puncak
Bunga Sakura"
Aufa juga aktif dalam organisasi khususnya OSIS yang ada di IC, dan sering berkontribusi dalam program-program acara yang sudah ada di sana, salah satunya adalah program divisi kesenian dan kebudayaan, yaitu sebuah acara pemilihan Habibie dan Ainun yang diadakan setiap bulan April.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar