Kamis, 04 Januari 2024

Resensi Film Sora No Aosa Wo Shiru Hito Yo


Judul          : Sora No Aosa Wo Shiru Hito Yo (Her Blue Sky)

Penulis       : Mari Okada

Direktur     : Masayoshi Tanaka dan Saki Takahashi

Produksi    : Aniplex, Fuji Tv, Toho, STORY

Studio        : CloverWorks

Tahun rilis : 2019

Durasi        : 115 menit

Tipe           : Movie

Genre         :Drama



            C
erita pada film ini berpusat pada siswa SMA yaitu Aoi Aioi tinggal dengan kakak perempuan yang bernama Akane Aioi, di sebuah desa yang terletak di pegunungan.  Kakanya memiliki pacar, Shinnosuke Kanomura seorang gitaris dalam sebuah band ketika masih SMA dulu, Aoi dan Akane sering melihat mereka latihan di sebuah aula atas bukit dekat kuil. Aoi yang melihat itu mulai tertarik untuk belajar gitar dari Shonnosuke. Konflik bermula ketika kedua orangtua Aoi meninggal dunia, Akane sebagai kakak merelakan janji dengan pacarnya dan mengurungkan niat pergi ke Tokyo setelah lulus, akhirnya Shinno pergi sendirian demi mimpinya mendirikan sebuah band. 13 tahun kemudian Aoi memiliki impian untuk pergi ke Tokyo dan mengikuti jejak Shinnosuke, selain itu juga karena demi kakaknya yang menurutnya hidup tidak bebas sebab harus memperhatikan hidup Aoi. Akane yang ditinggalkan kedua orang tuanya sedari muda, bersikap sedewasa mungkin dan terlihat sempurna di depan adiknya agar bahagia, dan menganggap Aoi adalah hal yang paling berharga di dunia. Konflik berlanjut ketika Aoi dan Akane bertemu Shinnosuke yang saat itu datang bersama band yang di undang oleh desa tempatnya tinggal sebagai gitaris cadangan, namun di sisi lain Shinnosuke lebih muda muncul di Aula dan terkurung di sana, bedanya dengan Shinnosuke sekarang ialah umurnya yang tidak berubah sejak 13 tahun lalu, dalam artian Shinnosuke yang terkurung di aula adalah rohnya yang berumur 18 tahun, ia muncul sebagai bentuk penyesalan atas masalalu yang telah terjadi. Klimaks pada film ini terjadi ketika Akane terjebak longsor dalam sebuah terowongan, di sana Shinnosuke 31 tahun dan 18 tahun serta Aoi bergegas menolong Akane, dan berakhir menyelesaikan permasalahan dan perasaan yang tidak pernah terucapkan.

            Film anime dengan judul Her Blue Sky ini menarik, cerita fiksi yang disuguhkan menceritakan masalah dunia nyata namun juga menambahkan sisi yang tidak terjadi dalam dunia nyata, seperti hadirnya dua orang yang sama dalam satu waktu merupakan hal yang mustahil, namun dari situlah daya tarik dari anime ini. Dari segi cerita pada film ini menurut saya sudah sangat bagus, cocok untuk ditonton bagi remaja dan di atasnya karena mengajarkan pelajaran hidup dan impian. Walau jalan impian yang sudah direncanakan dengan baik, berakhir tidak mulus sperti dibayangkan, maka teruslah berusaha karena masa muda adalah masa dimna kita mencapai impian setinggi-tingginya. Pelajaran kehidupan lainnya juga terdapat pada interaksi antara Aoi dan Kakanya, dari sana dapat diambil makna bahwa tidak ada kakak yang tidak menyayangi adiknya, dan menganggap bahwa adiknya adalah sebuah belenggu bagi hidupnya. Namun dari segi animasinya ada beberapa adegan yang menggunakan gambar asli dunia nyata, bukannya menggunakan gambar animasi yang telah dibuat, hal tersebut agak mengganggu karena kurang selaras. Selain itu gerakan animasi masih terasa kasar dan kaku di beberapa adegan. Selebihnya sudah baik menurut saya, dan cukup direkomendasikan bagi kalian yang cukup menyukai anime movie bergenre drama.  

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ulasan Lagu JKT48- Ponytail dan Shu-Shu

  Lagu Ponytail dan Shu-shu adalah lagu bergenre J-Pop, Indo pop dengan tema musim panas, dan mengambil sudut pandang laki-laki yang sedan...