Rabu, 11 Oktober 2023

Jangan Asal Memberikan Gadget Pada Anak Tanpa Pengawasan!

 

Seiring dengan berkembangnya zaman, tentu manusia tidak bisa lepas dari teknologi yang ada saat ini, salah satunya adalah gadget. Dengan adanya gadget manusia bisa terbantu dalam menyelesaikan segala aktivitas sehari-hari, manfaat yang diberikan oleh teknologi yang semakin berkembang juga semakin besar seiring berjalannya waktu, dan sebagai manusia kita tidak bisa menghindari itu semua.

    Zaman sekarang sering kali kita temui anak-anak bahkan balita sudah diberikan gadget oleh orang tua mereka, ketika anak rewel ataupun ketika para orang tua sibuk maka tindakan yang mereka lakukan adalah memberikan gadget kepada anak mereka yang bahkan umurnya masih terbilang kecil. Padahal masa itu menurut Jean Piaget adalah masa anak-anak belajar dari lingkungannya dengan pengalamannya dalam menggunakan sensor motorik, tidak hanya duduk atau rebahan lalu asyik bermain dengan gadgetnya sendiri.

    Memang tidak semua orang tua memberikan gadget pada anak mereka yang masih kecil atau balita, namun tidak bisa dipungkiri bahwa banyak juga orang tua yang melakukan hal yang kurang bijak tersebut. Memberikan gadget apalagi untuk anak yang masih di bawah umur dapat memberikan dampak yang cukup serius terhadap tumbuh kembang anak.

    Berbahaya jika orang tua tidak memberikan pengawasan langsung terhadap anak mereka dalam menggunakan gadget, anak-anak bisa kecanduan bahkan juga berpengaruh terhadap mentalnya. Bukan hanya berbahaya bagi mentalnya, gadget juga dapat memengaruhi fisiknya, seperti kekurangan nutrisi dan mengalami penurunan atau peningkatan berat badan, terlalu lama menatap layar gadget pun bisa meningkatkan risiko gangguan mata seperti mata lelah karena terlalu sering dan lama dalam menggunakan gadget. Anak yang kecanduan terhadap gadgetnya cenderung mengelami perubahan suasana hati, seperti mudah marah dan emosi. Ketika kita mengambil gadgetnya maka ia akan marah atau menangis meminta untuk dikembalikan.

    Sebelum orang tua terlambat dalam menanggulangi anaknya yang sudah kecanduan gadget, tentu sebagai orang tua harus melakukan pilihan yang bijak dan memberikan disiplin kepada anaknya. Gadget tidaklah sepenuhnya memberikan dampak yang negatif bagi penggunanya, hal positif yang bisa didapatkan dari gadget khususnya pada anak-anak yaitu, dengan adanya gadget mereka bisa belajar dan mendapatkan informasi secara cepat. Boleh saja orang tua memberikan gadget kepada anak-anak namun, yang perlu digaris bawahi adalah jangan asal memberikan gadget kepada mereka tanpa pengawasan. Pengawasan yang dapat dilakukan oleh orang tua bisa memilihkan tontonan yang edukatif, memiliki nilai moral, sosial, kebudayaan, dan keagamaan serta bermanfaat sesuai dengan umurnya. Selain hal tersebut, orang tua juga bisa membatasi waktu untuk bermain dengan gadgetnya. Pilihan lain yang bisa orang tua lakukan untuk anaknya yaitu ketika waktu luang bisa digunakan dengan membacakan cerita,  seperti dongeng atau cerita yang sesuai dengan pemahaman anak, di sisi lain kita juga bisa memberikannya kesempatan untuk bertanya terhadap hal yang tidak ia ketahui, selain melatih anak untuk tidak canggung dalam bertanya dan berpikir kritis, kebiasaan membaca dan membacakan cerita juga bisa membentuk kebiasaan baik bagi anak, karena sejak  dini sudah dikenalkan untuk membaca buku dan berpikir terhadap hal yang tidak mereka ketahui, dan peran orang tua tentu memberikan pemahaman untuk anaknya dengan bahasa yang mudah dipahami bagi mereka.

    Lalu untuk anak yang sudah terlanjur kecanduan terhadap gadgetnya, orang tua bisa melakukan terapi terhadap mereka. Terapi yang bisa dilakukan yaitu: (1) mencontoh perilaku, dengan menunjukkan atau memberikan contoh perilaku yang baik kepada mereka, misalnya tidak selalu menggunakan gadget, atau tidak menggunakan gadget di hadapan mereka; (2) mencari aktivitas bermanfaat, terapi ini dilakukan untuk mengalihkan kebiasaan bermain gadget ke hal yang lebih bermanfaat bagi anak, seperti mengganti waktu yang biasanya anak bermain gadget, kita gunakan sebagai waktu untuk berolahraga dan beraktivitas di luar atau membersihkan rumah bersama-sama; (3) memberikan batasan waktu bermain gadget.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Ulasan Lagu JKT48- Ponytail dan Shu-Shu

  Lagu Ponytail dan Shu-shu adalah lagu bergenre J-Pop, Indo pop dengan tema musim panas, dan mengambil sudut pandang laki-laki yang sedan...